Lebah Mampu Memahami Matematika

Ilmuwan melatih lebah untuk menambah dan mengurangi bentuk berwarna, menunjukkan kemampuan untuk melakukan perhitungan atis s

Lebah mampu memahami ide-ide matematika dasar, menurut sebuah penelitian baru, yang menunjukkan bahwa otak kecil mungkin tidak berarti kecerdasan rendah. 

Setelah melatih sekelompok ilmuwan serangga penyerbuk di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis. Para Peneliti tersebut menemukan bahwa mereka mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan.

Kemampuan ini membutuhkan hewan untuk melakukan proses rumit di otak mereka. Hal tersebut mengingat aturan rumit sambil menerapkannya pada situasi baru.

Oleh karena itu, matematika sejak lama dianggap sebagai kemampuan yang unik bagi manusia. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir percobaan telah menunjukkan bahwa keterampilan tersebut ditemukan di seluruh dunia hewan salah satunya adalah lebah.

Simpanse, burung beo, dan merpati hanyalah beberapa makhluk yang telah terbukti menunjukkan kemampuan untuk menambah dan mengurangi.

Dalam studi terbaru ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Scarlett Howard. Pertama kali mengajari lebah mereka untuk mengenali warna sebagai simbol untuk penambahan atau pengurangan. Secara khusus, biru berarti “lebih banyak” dan kuning berarti “lebih sedikit”.

Kemampuan Kombinasi

Selanjutnya, lebah tersbut mereka latih untuk memasuki labirin berbentuk Y di mana mereka harus membuat pilihan antara dua set bentuk.

Dalam setiap kasus, jika mereka (para lebah) membuat pilihan yang benar. Lebah penelitian tersebut diberi hadiah air gula. Sedangkan pilihan yang salah akan menghasilkan cairan kina yang rasanya pahit bagi para lebah tersebut.

Di pintu masuk labirin, mereka para lebah penelitian ini bertemu dengan antara satu dan lima bentuk, berwarna biru atau kuning.

Selanjutnya mereka para lebah terbang ke sebuah ruangan di mana mereka bisa terbang menuju jumlah bentuk asli. Plus atau minus satu, atau jumlah bentuk yang salah.

Jika mereka pertama kali menemukan warna biru, mereka harus menambahkan, dan jika kuning mereka harus mengurangi.

Selama 100 percobaan, para peneliti melatih 14 lebah untuk memilih opsi yang benar sekitar 75 persen dari waktu, tulis para ilmuwan saat mereka menerbitkan temuan mereka di jurnal Science Advances

Sama Seperti Konsep Pembelajaan Anak-anak

Dr Howard membandingkan eksperimen tersebut dengan pembelajaran pertama manusia untuk menghubungkan simbol matematika dengan konsep. Konsep pembelajaan yang biasanya diajarkan kepada anak-anak di rumah.

Dr Howard mengatakan bahwa. “Kami belajar sebagai anak-anak bahwa simbol plus berarti Anda perlu menambahkan dua atau lebih jumlah. Sedangkan simbol minus berarti Anda mengurangi”.

Profesor Adrian Dyer, salah seorang peneliti yang berkontribusi pada penelitian tersebut, menambahkan. “Penemuan kami menunjukkan bahwa kognisi numerik tingkat lanjut dapat ditemukan jauh lebih luas. Kognisi numerik ditemukan di alam di antara hewan non-manusia daripada yang diduga sebelumnya. Jika matematika tidak membutuhkan volume otak yang besar. Mungkin juga ada cara baru bagi kami untuk memasukkan interaksi aturan jangka panjang. Interaksi aturan jangka panjang dan memori kerja ke dalam desain untuk meningkatkan pembelajaran AI yang cepat dari masalah baru. ”

Ini bukan pertama kalinya lebah mendemonstrasikan cara dengan angka

Pada percobaan sebelumnya telah menunjukkan hasil bahwa serangga mampu menghitung sampai empat, dan bahkan memahami konsep nol.

Pekerjaan yang dilakukan oleh Dr Howard beserta dengan tim penelitinya menunjukkan hasil. Hasil bahwa ketika lebah diberi insentif untuk memilih target dengan bentuk yang lebih sedikit. Mereka mengenali bahwa target tanpa bentuk memiliki kurang dari satu dengan dua atau tiga.

Ini adalah pertama kalinya seekor avertebrata terbukti memahami gagasan abstrak tentang nol. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa lebah memahami konsep nol. Sebuah konsep yang bahkan lebih sulit dipahami oleh manusia daripada bilangan lain.

Meskipun hasil penelitian ini menunjukan lebah memiliki kemampuan menghitung. Kemampuan untuk melakukan perhitungan semacam ini mungkin tidak langsung berguna bagi para lebah. Kekuatan otak yang lebih baik dan canggih seperti dapat menghitung seperti apa yang dikatakan dalam penelitian ini. Kemampuan tersebut dapat membantu mereka saat mencari makan bunga untuk mengingat berbagai kombinasi warna dan bentuk.